Pada tanggal 28 Januari 2021, STT Aletheia telah mengadakan Ibadah
Pembukaan Semester Genap 2020/2021 dengan tema semester ini adalah Dare to be a
Discipline Shepherd. Bertugas sebagai liturgos adalah ibu Ev. Kartikawati
Nurmala, M.Th. dan pembawa renungan firman Tuhan adalah Bpk. Pdt. Linus Baito,
M.Th.
Dalam renungannya dengan mengacu pada tema utama semester ini, Pdt. Linus
memberikan judul dalam renungannya dengan Disiplin dan Dinamika Kehidupan
(Lukas 5:1-11). Pdt. Linus menyoroti tindakan disiplin yang mengarah pada
teladan kehidupan Yesus zaman dahulu ketika satu peristiwa di pantai danau
Genesaret. Di pantai tersebut, Yesus menyuruh Simon Petrus dan rekan-rekannya
untuk menebarkan jala lagi walaupun tahu bahwa Simon Petrus dkk tidak mendapatkan
apa-apa sejak semalam. Akan tetapi, ketaatan Simon Petrus dkk membuahkan hasil
hingga jala mereka terkoyak karena saking banyaknya ikan yang mereka tangkap
atas perintah Yesus. Ketaatan yang berbuah manis.
Dinamika yang dijelaskan oleh Pdt. Linus mencakup:
1.
Dinamika
Pendekatan (Lukas 5:1-3): Beragam pendekatan yang dinamis dapat menciptakan
"disiplin" baru.
a. Geografis: Pendekatan dari Central ke
Peripheral
b. Terencana: Pendekatan yang bukan berasal
dari Kebetulan
c. Eksploratif & Apresiatif: Pendekatan
yang melihat kebutuhan, sarana penunjang yang tersedia, melibatkan orang
sekitar, dan menciptakan "ruang belajar"
2.
Dinamika
Frekuensi (Lukas 5:4-7): Disiplin perlu dilakukan secara berkesinambungan
sebagai bagian dari normatif, namun yang lebih penting disiplin dilakukan
sesuai perintah dan kehendak Tuhan.
3.
Dinamika
Transformasional (Lukas 5:8-13): Taat dan hasil dari ketaatan adalah hasil yang
fantastis.
Di kesempatan itu, Ketua Sinode yaitu bpk. Pdt. Kornelius A. Setiawan,
D.Th. mewakili BP Sinode Gereja Kristus Tuhan menyampaikan agar seluruh civitas
akademika STT Aletheia tetap menjaga protokol kesehatan agar proses belajar dan
mengajar dapat dilakukan secara tatap muka dan tidak malahan menjadikan kluster
baru penyebaran covid-19. Dan tak ketinggalan Ketua STT Aletheia, yaitu bpk.
Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. juga menyampaikan hal yang kurang lebih sama
bahwa seluruh civitas akademika wajib memakai masker di lingkungan kampus, cek
suhu setiap memasuki ruangan, dan dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan
guna mencegah penularan covid-19. Pdt. Agung juga memperkenalkan mahasiswa baru
baik prodi M.Th. atau S.Th. yang sempat tertunda 1 semester di acara tersebut.
Soli Deo Gloria...
Posted on 23 February 2021
Pada hari Rabu, 27 Januari 2021, STT Aletheia telah menyelenggarakan
Seminar Pemupukan Rohani dengan tema yang disesuaikan dengan tema semester
genap 2020/2021 ini yaitu Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19. Adapun sebagai
narasumber adalah dr. Ratih dari Balai Kesehatan STT Aletheia.
Dalam seminar tersebut, dr. Ratih mengungkapkan fakta tentang pandemi
covid 19 sebagai berikut:
·
Nama Covid-19 merujuk pada singkatan dari
“Corona virus disease 2019″ atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona
pada 2019
·
WHO menetapkan jadi pandemi 11 Maret 2020
·
Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal
2 Maret 2020
Beliau juga mengungkapkan tentang gejala covid 19 jika sudah tertular dan gejala yang timbul akibat covid 19 sebagai
berikut:
·
Masa inkubasi Covid-19 rata-rata 5-6 hari,
dengan kisaran antara 1 dan 14 hari namun dapat mencapai 14 hari.
·
Orang yang terinfeksi dapat langsung menularkan
sampai dengan 48 jam sebelum muncul gejala (presimptomatik) dan sampai dengan
14 hari setelah gejala muncul melalui:
ü
Droplet: Droplet merupakan partikel berisi air
dengan diameter >5-10 µm. Penularan droplet terjadi ketika seseorang berada
pada jarak dekat (dalam 1 meter) dengan seseorang yang memiliki gejala
pernapasan (misalnya, batuk atau bersin) sehingga droplet berisiko mengenai
mukosa (mulut dan hidung) atau konjungtiva (mata).
ü
Kontak permukaan
ü
Aerosol
melalui udara
·
Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat
ringan dan dapat memburuk secara bertahap.
·
Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan
gejala apapun dan tetap merasa sehat.
·
Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam,
rasa lelah, dan batuk kering.
· Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri
berat, hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, mata merah, sakit tenggorokan,
diare, hilang penciuman dan rasa makanan atau ruam kulit.
Untuk mengantisipasi bahaya penularan covid-19, maka dr. Ratih
menyarankan untuk:
1.
Pelaksanaan Physical Distancing
2. Memastikan
akses kebersihan tangan di depan gedung fasilitas umum dan pusat transportasi
(misalnya pasar, toko, tempat ibadah, lembaga pendidikan, stasiun kereta atau
bus). Tersedia fasilitas cuci tangan
dengan air dan sabun dalam jarak 5 m dari semua toilet, baik di fasilitas umum
maupun swasta maupun swasta.
3. Etika batuk/bersin
4. Pelaksanaan 3M jadi 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mencegah kerumunan, dan Membatasi mobilitas)
Sebagai kesimpulan, dr. Ratih merincinya sebagai berikut:
1.
Virus corona ada
2. Menular dengan cepat dan menjadi pandemi
3.
Harus mematuhi ketentuan pengendalian wabah
4. Hambat menular dengan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mencegah kerumunan, dan Membatasi mobilitas)
5.
Assesment dengan 3 T (Treatment, Tracing, dan Testing)
6.
Kekebalan kelompok dengan vaksinasi
Seminar tentang Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 ini diikuti oleh
seluruh dosen dan mahasiswa STT Aletheia sebagai pembekalan memasuki semester
genap 2020/2021 dengan tujuan agar para peserta dapat memahami bagaimana cara
new normal di tengah pandemi covid 19. Terima kasih untuk pelayanannya
dokter......
Posted on 22 February 2021
Pada hari Selasa, 15 Desember 2020, pkl. 16.00 wib-selesai, STT Aletheia telah mengadakan acara Ibadah Penutupan Semester Gasal 2020/2021 dan sekaligus Perayaan Natal Bersama 2020 secara hybird. Bagi mahasiswa dan dosen yang tinggal di asrama mengikuti acara tersebut di Auditorium Sola Gratia dan bagi dosen dan mahasiswa yang tingal di luar kampus melalui siaran langsung/streaming di channel youtube STT Aletheia.
Ibadah Penutupan Semester Gasal 2020/2021 dan Perayaan Natal Bersama 2020 dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat dengan mengharuskan peserta acara memakai masker, cuci tangan dengan handsanitizer yang telah disediakan, dan pengaturan jarak antar tempat duduk peserta. Sebagai pemimpin pujian adalah sdr. Untung dengan singer-nya adalah sdr. Whisma Pascha Elnanda, dan sdri. Elizabeth Catherina F. Pengiring musik adalah sdr. Christian Reeve, S.Th. dan tim.
Kata sambutan pertama disampaikan oleh Pdt. Kornelius A. Setiawan, D.Th. sebagai Ketua Sinode GKT yang menyampaikan apresiasi kepada STT Aletheia yang selama pandemi membantu dalam pembuatan video untuk ibadah online/daring gereja-gereja dalam naungan GKT dan menyukseskan ibadah HUT Sinode GKT yang disiarkan secara online/daring juga.
Kata sambutan kedua adalah dari Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M sebagai Ketua STT Aletheia yang terus menerus mengingatkan semua mahasiswa guna mematuhi standar protokol kesehatan selama libur natal dan tahun baru sehingga ketika kembali ke kampus tidak membawa virus Covid-19 yang pasti akan mengganggu kehidupan di asrama nantinya.
Tema dari Ibadah Perayaan Natal Bersama STT Aletheia 2020 adalah God’s Visitation: Reach the unreachable dengan pengkhotbah adalah Ev. Ali Salim, S.E., M.A., M.T.S.
Dalam renungan natalnya, Ev. Ali Salim menyampaikan bahwa pada kenyataannya masih banyak suku-suku di pedalaman baik di dalam negeri atau pun di luar negeri Indonesia yang belum tersentuh oleh berita sukacita termasuk di dalamnya karya keselamatan dan kelahiran Kristus penebus.

Dalam suasana kemeriahan natal, beliau mengingatkan kita akan peristiwa natal pertama yang diambil dalam nats. Alkitab yaitu di Lukas 1:26-35, Matius 1:18-20, dan Markus 10:13-16. Menyoroti dari bacaan nats tersebut bahwa Yesus sangat menyayangi anak-anak yang terkadang masuk dalam kategori tak tersentuh atau disepelekan orang dewasa. Anak-anak menjadi tak tersentuh ketika mereka diabaikan, dianggap beban, sebuah aib, bahkan banyak terjadi kasus aborsi karena tidak diinginkan kehadirannya. Anak-anak tidak punya kuasa untuk melawannya; itulah yang menjadikan anak-anak dapat dimasukkan dalam golongan tak tersentuh/the unreachable.
Melalui natal kali ini, maukah kita seperti Yesus yang menjangkau orang di sekeliling kita termasuk kepada anak-anak kita, mendengarkan keluh kesah anak-anak, memahami dunia anak-anak, dan menjadikan mereka “tersentuh/reachable”. Memiliki cara pandang Yesus kepada golongan tak tersentuh merupakan pesan dari natal sesungguhnya. Bagaimana mungkin kita memahami pesan natal yang suci dengan masih bersikap tidak adil kepada mereka yang tak tersentuh, terutama kepada anak-anak kita sendiri?
Selamat merayakan hari Natal 2020 dan menyambut Tahun Baru 2021.
Posted on 24 December 2020