Dalam masa
pandemi Covid-19, STT Aletheia telah mengadakan test Swab Antigen dan Swab PCR
bagi seluruh civitas akademika. Untuk menghindari kerumunan dan mematuhi himbauan pemerintah tentang social distancing, maka kegiatan tersebut diadakan selama 3 gelombang
yaitu:
- 1. Gelombang I tanggal 04 Januari 2021 untuk staf
dan karyawan yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Lawang Medika
- 2. Gelombang II tanggal 14 Januari 2021 untuk
mahasiswa STT Aletheia bekerjasama dengan Rumah Sakit Lawang Medika
- 3. Gelombang III tanggal 27 Januari 2021
untuk dosen STT Aletheia bekerjasama dengan Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.
STT Aletheia juga
telah membentuk tim satgas covid-19 secara intern untuk mengantisipasi dan
memantau protokol kesehatan telah dilaksanakan secara baik di lingkungan kampus
Aletheia termasuk di dalamnya penyelenggaraan kelas mengajar bersama dosen dari
luar kampus. Dan akan terus dilakukan pengawasan dan pemberian sanksi bagi pelanggar yang melanggar aturan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas ).
Tim Satgas Covid-19 Intern juga telah mengatur jarak dalam kelas agar memenuhi protokol kesehatan, pembuatan pembatas di meja-meja kantor, penyediaan hand sanitizer di setiap ruangan kelas, penyediaan alat pengukur suhu di tiap kelas, dan penerapan kuliah secara online bagi beberapa mata kuliah termasuk program lain seperti program studi Magister Teologi.
Melalui berbagai usaha positif di atas, diharapkan perkuliahan dan interaksi di kampus STT Aletheia aman dari penularan virus Covid 19. Kiranya Tuhan melindungi kita semua, amin.
Posted on 23 February 2021
Pada tanggal 28 Januari 2021, STT Aletheia telah mengadakan Ibadah
Pembukaan Semester Genap 2020/2021 dengan tema semester ini adalah Dare to be a
Discipline Shepherd. Bertugas sebagai liturgos adalah ibu Ev. Kartikawati
Nurmala, M.Th. dan pembawa renungan firman Tuhan adalah Bpk. Pdt. Linus Baito,
M.Th.
Dalam renungannya dengan mengacu pada tema utama semester ini, Pdt. Linus
memberikan judul dalam renungannya dengan Disiplin dan Dinamika Kehidupan
(Lukas 5:1-11). Pdt. Linus menyoroti tindakan disiplin yang mengarah pada
teladan kehidupan Yesus zaman dahulu ketika satu peristiwa di pantai danau
Genesaret. Di pantai tersebut, Yesus menyuruh Simon Petrus dan rekan-rekannya
untuk menebarkan jala lagi walaupun tahu bahwa Simon Petrus dkk tidak mendapatkan
apa-apa sejak semalam. Akan tetapi, ketaatan Simon Petrus dkk membuahkan hasil
hingga jala mereka terkoyak karena saking banyaknya ikan yang mereka tangkap
atas perintah Yesus. Ketaatan yang berbuah manis.
Dinamika yang dijelaskan oleh Pdt. Linus mencakup:
1.
Dinamika
Pendekatan (Lukas 5:1-3): Beragam pendekatan yang dinamis dapat menciptakan
"disiplin" baru.
a. Geografis: Pendekatan dari Central ke
Peripheral
b. Terencana: Pendekatan yang bukan berasal
dari Kebetulan
c. Eksploratif & Apresiatif: Pendekatan
yang melihat kebutuhan, sarana penunjang yang tersedia, melibatkan orang
sekitar, dan menciptakan "ruang belajar"
2.
Dinamika
Frekuensi (Lukas 5:4-7): Disiplin perlu dilakukan secara berkesinambungan
sebagai bagian dari normatif, namun yang lebih penting disiplin dilakukan
sesuai perintah dan kehendak Tuhan.
3.
Dinamika
Transformasional (Lukas 5:8-13): Taat dan hasil dari ketaatan adalah hasil yang
fantastis.
Di kesempatan itu, Ketua Sinode yaitu bpk. Pdt. Kornelius A. Setiawan,
D.Th. mewakili BP Sinode Gereja Kristus Tuhan menyampaikan agar seluruh civitas
akademika STT Aletheia tetap menjaga protokol kesehatan agar proses belajar dan
mengajar dapat dilakukan secara tatap muka dan tidak malahan menjadikan kluster
baru penyebaran covid-19. Dan tak ketinggalan Ketua STT Aletheia, yaitu bpk.
Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. juga menyampaikan hal yang kurang lebih sama
bahwa seluruh civitas akademika wajib memakai masker di lingkungan kampus, cek
suhu setiap memasuki ruangan, dan dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan
guna mencegah penularan covid-19. Pdt. Agung juga memperkenalkan mahasiswa baru
baik prodi M.Th. atau S.Th. yang sempat tertunda 1 semester di acara tersebut.
Soli Deo Gloria...
Posted on 23 February 2021
Pada hari Rabu, 27 Januari 2021, STT Aletheia telah menyelenggarakan
Seminar Pemupukan Rohani dengan tema yang disesuaikan dengan tema semester
genap 2020/2021 ini yaitu Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19. Adapun sebagai
narasumber adalah dr. Ratih dari Balai Kesehatan STT Aletheia.
Dalam seminar tersebut, dr. Ratih mengungkapkan fakta tentang pandemi
covid 19 sebagai berikut:
·
Nama Covid-19 merujuk pada singkatan dari
“Corona virus disease 2019″ atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona
pada 2019
·
WHO menetapkan jadi pandemi 11 Maret 2020
·
Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal
2 Maret 2020
Beliau juga mengungkapkan tentang gejala covid 19 jika sudah tertular dan gejala yang timbul akibat covid 19 sebagai
berikut:
·
Masa inkubasi Covid-19 rata-rata 5-6 hari,
dengan kisaran antara 1 dan 14 hari namun dapat mencapai 14 hari.
·
Orang yang terinfeksi dapat langsung menularkan
sampai dengan 48 jam sebelum muncul gejala (presimptomatik) dan sampai dengan
14 hari setelah gejala muncul melalui:
ü
Droplet: Droplet merupakan partikel berisi air
dengan diameter >5-10 µm. Penularan droplet terjadi ketika seseorang berada
pada jarak dekat (dalam 1 meter) dengan seseorang yang memiliki gejala
pernapasan (misalnya, batuk atau bersin) sehingga droplet berisiko mengenai
mukosa (mulut dan hidung) atau konjungtiva (mata).
ü
Kontak permukaan
ü
Aerosol
melalui udara
·
Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat
ringan dan dapat memburuk secara bertahap.
·
Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan
gejala apapun dan tetap merasa sehat.
·
Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam,
rasa lelah, dan batuk kering.
· Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri
berat, hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, mata merah, sakit tenggorokan,
diare, hilang penciuman dan rasa makanan atau ruam kulit.
Untuk mengantisipasi bahaya penularan covid-19, maka dr. Ratih
menyarankan untuk:
1.
Pelaksanaan Physical Distancing
2. Memastikan
akses kebersihan tangan di depan gedung fasilitas umum dan pusat transportasi
(misalnya pasar, toko, tempat ibadah, lembaga pendidikan, stasiun kereta atau
bus). Tersedia fasilitas cuci tangan
dengan air dan sabun dalam jarak 5 m dari semua toilet, baik di fasilitas umum
maupun swasta maupun swasta.
3. Etika batuk/bersin
4. Pelaksanaan 3M jadi 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mencegah kerumunan, dan Membatasi mobilitas)
Sebagai kesimpulan, dr. Ratih merincinya sebagai berikut:
1.
Virus corona ada
2. Menular dengan cepat dan menjadi pandemi
3.
Harus mematuhi ketentuan pengendalian wabah
4. Hambat menular dengan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mencegah kerumunan, dan Membatasi mobilitas)
5.
Assesment dengan 3 T (Treatment, Tracing, dan Testing)
6.
Kekebalan kelompok dengan vaksinasi
Seminar tentang Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 ini diikuti oleh
seluruh dosen dan mahasiswa STT Aletheia sebagai pembekalan memasuki semester
genap 2020/2021 dengan tujuan agar para peserta dapat memahami bagaimana cara
new normal di tengah pandemi covid 19. Terima kasih untuk pelayanannya
dokter......
Posted on 22 February 2021