Manusia memang diciptakan untuk
berusaha dan bekerja sehingga sudah naturnya bila terkadang manusia lupa
mengatur waktunya sehingga mengakibatkan stress yang berkepanjangan yang bila
dibiarkan bisa menimbulkan berbagai penyakit dan kejiwaannya terganggu.
Oleh karena itu, maka BEM STT Aletheia mengadakan
Workshop tentang Management Waktu & Stress. Workshop diselenggarakan pada
hari Jumat, 28 Januari 2022, pkl. 19.00 – 21.00 wib dengan narasumber Ev. Tjiauw
Thuan Alias Hali, Ph.D. dan moderator oleh Pdt. Amos Winarto, Ph.D.
Dalam workshop tersebut, Ev. Hali menekankan agar
mahasiswa terhindar dari kesalahan mengatur/memanajemen waktunya dan menimbulkan
stress adalah dengan menerapkan DISIPLIN. Disiplin merupakan kata kunci
mengatasi dan menerapkan manajemen waktu yang tepat. Dengan disiplin, maka kita
dituntut untuk menyelesaikan apa yang sudah menjadi tugas kita tepat waktu.
Menunda waktu merupakan hal yang harus dihindari agar tidak menimbulkan beban tugas
menumpuk yang berakibat stress.
Dalam sesi tanya
jawab, Ev. Hali banyak memberikan tips-tips seputar mengatur waktu dan banyak
juga memberikan contoh-contoh praktis mengatasi stress akibat banyak tugas yang
bersamaan. Pola piker prioritas perlu diterapkan untuk mengatasi tugas yang
banyak dan bersamaan.
Kiranya melalui workshop yang diikuti oleh peserta
dari PERMASTI dan alumni STT Aletheia Lawang menjadi berkat dan memberikan
kontribusi positif dalam memanajemen waktu dan stress dalam menyelesaikan tugas
paper mahasiswa maupun dalam pekerjaan-pekerjaan lainnya. Soli deo gloria.
Posted on 03 February 2022
Misi. Sebuah kata yang
mempunyai makna dalam dan termasuk dalam satu perintah Tuhan yang terdapat
dalam Matius 28:19-20. Dan salah satu alumni STT Aletheia, Pdt. Subaitah lewat
kerja sama dengan WEC Indonesia membagikan kisah pelayanan misi di negara Laos.
Kali ini, Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) sie Rohani mengajak seluruh mahasiswa dan dosen untuk terlibat
dalam pelayanan doa misi untuk mengingatkan kembali salah satu perintah Tuhan
tersebut, yaitu bermisi. Acara diadakan pada hari Rabu, 02 Februari 2022, pkl.
19.00 wib - selesai secara hybird di auditorium Sola Gratia.
Di awal acara, Pdt Subaitah
memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan singkat tentang negara Laos. Beliau
juga memperlengkapi penjelasannya dengan menampilkan kondisi masyarakat di Laos
yang dilayani olehnya dalam tayangan video. Adapun pokok-pokok doa yang menjadi
pergumulan pelayanan di sana sebagai berikut :
- Tim LCLC, tim bisnis resto,
bisnis kopi di utara, TK di selatan, dapat bekerjasama dengan baik dan tetap
fokus pada tujuan utama di tengah2 kegiatan yang ada.
-
Pertumbuhan iman kerohanian
jemaat gereja lokal, jemaat menjadi duta Allah di komunitas hidup mereka,
rohaniwan terus belajar Firman, beritakan kebenaran dan hidup dalam kebenaran,
Tuhan buka jalan akan ada STT yang Alkitabiah tepat pada waktu-Nya.
- Michael dan Patricia (utusan
dari Switzerland), Hermin (utusan dari Indonesia) , mereka mendapat kuota visa
dari LCLC, bisa datang dan menggarap ladang di LOM tepat pada waktu Bapa.
- Tuhan beri kekuatan bagi
petobat baru untuk berdiri teguh di tengah diskriminasi dan penganiayaan sosial.
Setelah itu, beliau juga
menjelaskan bagaimana kondisi gereja dan kondisi masyarakat di sana, dan adapun
pokok-pokok doa yang didoakan bersama :
- Gereja resmi bisa mengayomi
gereja rumah dan bergandengan tangan untuk beritakan kabar baik.
- Para pimpinan gereja rumah
tetap setia untuk melayani-Nya meski harus bekerja untuk
mencukupi kebutuhan pribadi dan gereja rumah.
- Persekutuan Doa Indonesia bisa
fokus memberkati negara di mana mereka tinggal dan jadi garam serta terang bagi
komunitas mereka
- Anggota kelompok pemuridan
bertumbuh dalam Kristus dan memberi dampak positif bagi gereja loka dan lingkungan
mereka.
Yang terakhir, pokok doa untuk Pdt Subaitah sendiri dalam pelayanannya :
-
Doakan agar beliau terus mencintai
dan peduli apa yang Tuhan cintai dan peduli di LOM, tetap bersemangat belajar
bahasa, terutama bahasa Alkitab.
-
Rencana kembali ke Laos pada
akhir Maret, termasuk dalam pengurus surat izin masuk Laos, kelancaran perjalanan.
-
Hikmat dan bijaksana dalam
menjangkau suku Katang yang ada di Selatan Laos.
Acara diakhiri dengan foto
bersama, dan ditutup dengan doa bersama.
Posted on 03 February 2022
Dalam rangka ikut memeriahkan perayaan hari Natal tahun 2021 dan sekaligus sebagai sarana mempraktikkan mata kuliah Misiologi, mahasiswa/i semester 5 (tingkat 3) STT Aletheia menyelenggarakan Natal Virtual dengan tema Christ Among Us (Pembicara: Pdt. Marojahan S. Sijabat) yang dapat diakses di SINI . Melalui acara tersebut, juga diadakan lomba solo dan vocal group secara virtual yang akan diambil beberapa pemenangnya pada saat acara berlangsung.
Pelaksanaan Natal Virtual diadakan pada hari Jumat, 17 Desember 2021, pkl. 17.00-18.30 Wib dan dipusatkan di Auditorium STT Aletheia. Adapun tujuan acara adalah:
1. Mempraktikkan teori mata kuliah Misiologi.
2. Mengembangkan jiwa misi mahasiswa
3. Memaknai kelahiran dan kehadiran Kristus di tengah pergulatan dunia tentang dosa, COVID-19, dan lain-lain.
4. Menyadarkan peserta tentang kasih dan kepedulian Allah melalui kedatangan Kristus.
5. Mendorong peserta untuk percaya kepada Yesus dan mengandalkan Dia dalam segala aspek kehidupan kini dan selamanya.
Berikut adalah pemenang lomba solo dan vocal group virtual singing:
Juara 1: Veronica Sanjaya
Juara 2: Andi Betharezky Tahniah
Juara 3: Rosa Lidya Sirait
Juara Vocal Group: Yoan Rissan Ekanita (perwakilan VG)
Tidak hanya itu di akhir acara panitia juga mengadakan acara Give Away berupa 8 buah buku karya dari dosen-dosen STT Aletheia antara lain:
1. Dua buah buku berjudul Berteologi di Tengah Pandemi karya Pdt. Linus Baito M. Th. dan Brury Eko Saputra. Th.M.
2. Tiga buah buku berjudul Kiat Komunikasi karya Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M.
3. Tiga buah buku berjudul Guanxi karya Pdt. Linus Baito M.Th.
Kiranya melalui pelaksanaan Natal Virtual kali ini, dapat menjadi berkat bagi 300-400 orang generasi muda yang mengikutinya. Amin.
Posted on 02 February 2022