Pada hari Kamis, tanggal 12 November 2020 di Auditorium Sola Gratia STT Aletheia, Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja telah mengadakan Resital Piano dan Vokal dengan tema Our Highest Praise. Resital Piano dan Vokal merupakan penampilan wajib mahasiswa mayor piano dan mayor vokal Prodi S.Th. Musik Gereja sebagai salah satu persyaratan kelulusan yang sebenarnya jadwalnya di semester lalu, akan tetapi karena pandemi Covid-19, jadwal resital diubah menjadi bulan November 2020. Khusus untuk resital tahun ini, acara diselenggarakan secara hybird dan bisa secara disaksikan secara langsung di Channel Youtube STT Aletheia.
Resital diikuti oleh 4 mahasiswa Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja, yaitu: Cynthia Shaniaviera Tanaya (Piano), Yosep Yonatha (Vokal-Bariton), Terryus Wijaya (Piano), dan Sionarita Hana Lithia (Vokal-Soprano). Keempat mahasiswa tersebut membawakan ulang karya maestro musik klasik zaman dulu seperti John Bacchus Dykes, Friedrich Kuhlau, Friedrich Burgmüller, L. Van Beethoven, Catherine Rollin, dan lain-lain.

Pembawa acara resital 2020 adalah Sdr. Joshua Efendy, Doa Pembukaan dipimpin oleh Bpk. Ev. Ali Salim, M.T.S., dan sambutan oleh Ketua Koordinator Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja, Bpk. Ev. Yunus Sutandio, M.C.M. dan ditutup dengan Doa Penutup oleh Bpk. Pdt. Teguh Isworo, B.Th.
Melalui resital piano dan vokal kali ini diharapkan peserta dan penonton baik yang menyaksikan secara langsung atau yang menonton secara daring dapat menikmati keindahan dan makna mendalam dari lirik atau musik para pencipta lagu-lagu hymn zaman dulu yang sangat kaya akan kebenaran firman Tuhan. Sampai bertemu lagi di resital tahun depan. Soli Deo Gloria.
Posted on 24 December 2020
Pada tanggal 22 Oktober 2020, STT Aletheia telah mengadakan Diskusi Teologi dengan tema Science of Sin dengan pembicara Ev. Ali Salim, S.E., M.T.S. Diskusi teologi ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Aletheia secara daring bagi mahasiswa yang tinggal di luar kampus dan secara langsung di Auditorium Sola Gratia bagi mahasiswa yang tingal di dalam asrama kampus. Hal ini dilakukan karena saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19.
Ev. Ali Salim memulai sesi dengan pemutaran film pendek dengan judul yang sama yaitu Science of Sin. Melalui film tersebut dapat digarisbawahi bahwa manusia terlahir dengan kelemahan DNA dosa di dalamnya. Dan jelas menolak beberapa pandangan dari beberapa ahli Alkitab zaman dulu seperti John Locke dengan konsep Tabula Rasa, pandangan kaum Armenia dan Calvinis tentang Pelagianism, dan lain-lain.
Khusus dalam pandangan konsep Tabula Rasa, Ev. Ali Salim menjelaskan bahwa manusia dilahirkan berupa “kertas kosong” dan menuding bahwa pengalamanlah yang berpengaruh dalam kepribadian, perilaku sosial, dan emosional, dan kecerdasan manusia. Dan ini jelas bertentangan dengan nature manusia yang telah rusak karena kejatuhan Adam yang diturunkan kepada keturunannya.
Dalam sesi tanya jawab, Ev. Ali Salim memberikan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan, antara lain:
- Doktrin apa saja yang di-confirm dan ditolak dari Science of Sin?
- Kalau manusia dilahirkan berdosa, maka kalau manusia berdosa adalah kesalahan Tuhan yang telah menciptakan manusia. Setujukah anda?
- Apakah Science of Sin membenarkan kita untuk hidup dalam dosa?
Melalui diskusi teologi ini diharapkan peserta diskusi menjadi terbuka wawasannya tentang pandangan-pandangan yang salah dari tokoh-tokoh zaman dulu dan sekaligus memberikan pandangan baru tentang Science of Sin yang sesuai kebenaran Alkitab.
Tujuan kedua dalah untuk memberikan pemahaman bahwa Kristus telah menebus kita dari “Dosa Asal” dan memberikan kepada kita kemampuan kontrol terhadap kuasa dosa. Puji Tuhan.
Posted on 24 December 2020
STT Aletheia telah mengutus salah satu staf perpustakaannya yang bernama Erlifia Christiani Ferdiasari untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) Pustakawan Virtual PERSETIA yang dilaksanakan pada tanggal 14–18 September 2020 melalui aplikasi ZOOM. Training of Trainer Pustakawan kali ini mengambil tema: “Information of Literation”.
Mengutip dari Kerangka Acuan dari PERSETIA bahwa di abad ke-21 informasi diproduksi secara masal dan luar biasa melimpah setiap harinya. Hal tersebut menghasilkan apa yang disebut dengan keberlimparuahan informasi (information overload). Hal inilah yang menyebabkan sulitnya mengambil keputusan yang baik di dalam kaitannya dengan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tersebut. Seiring dengan kemajuan perkembangan manusia dan informasi, dibutuhkan kemampuan literasi informasi terutama bagi para pengelola informasi dan pengguna informasi.
Literasi secara mudah bisa didefinisikan sebagai kemampuan membaca. Jika agak berkembang sedikit dan lebih berfokus pada obyek kata kerja membaca yaitu bacaan itu sendiri, maka literasi bisa diterjemahkan sebagai kemampuan untuk menggunakan informasi yang terekam di dalam simbol-simbol.

Oleh karena itu, diharapkan melalui kegiatan ini Pustakawan/staf perpustakaan anggota PERSETIA dapat lebih profesional dan menguasai keterampilan Information of Literation dan dapat menjadi trainer di institusinya bagi pustakawan, dosen, dan mahasiswa agar semakin mahir dalam mendapatkan dan menggunakan serta mendistribusikan informasi secara efektif dan efisien dalam pengembangan pendidikan teologi dan pelayanannya.
Nara sumber kegiatan Training of Trainer (ToT) Pustakawan Virtual PERSETIA adalah Pustakawan dari Universitas Kristen dan STT yang berkompeten pada materi kegiatan yaitu sebagai berikut:
1. Dhama Gustiar Baskoro, M.Pd. (Universitas Pelita Harapan, Tangerang)
2. Chandra Pratama, M.LIS (Universitas Kristen Petra, Surabaya)
3. Yanni Karina, S.Hum. (Universitas Pelita Harapan, Tangerang)
4. Titi Sunarni, S.Pd., MIP. (Universitas Kristen Duta Wacana)
5. Hilda V. Putong, M.P. (STFT Jakarta)
STT Aletheia sebagai salah satu anggota selalu aktif dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh PERSETIA. Dan melalui keaktifan dalam mengikuti kegiatan PERSETIA tersebut, diharapkan dapat tercapai kesinambungan dan pemberdayaan bagi PERSETIA dan angota-anggota lainnya dalam mensukseskan pembelajaran di kalangan sekolah-sekolah Kristen di Indonesia. Sampai bertemu lagi di kegiatan-kegiatan PERSETIA yang lain.
Posted on 24 December 2020