Pada hari Senin, 03 Mei 2021
bertepatan dengan diadakannya Minggu Tenang Pra Ujian Akhir Semester Genap
2020/2021, dosen dan mahasiswa STT Aletheia yang tergabung dalam kelompok
Family Grup mengadakan acara Penutupan Family Group Semester Genap 2020/2021. Adapun
acara penutupan diisi dengan tukar menukar kado/hadiah sebagai tanda perhatian
dari "gembala" kepada "domba". Selama semester genap
2020/2021, para "gembala" wajib memberikan perhatian melalui doa,
pesan singkat, atau bahkan hadiah-hadiah kecil kejutan kepada
"dombanya". Melalui kegiatan
Family Group ini, diharapkan agar relasi dosen dan mahasiswa tidak lagi
terkesan kaku dan selalu resmi tetapi lebih mengarah pada relasi mentoring yang
mana dalam kehidupan pelayanan bisa dihadapi bersama. Melalui Family Group,
pertumbuhan kerohanian mahasiswa lebih terarah dengan bimbingan para bapak dan
ibu dosen STT Aletheia. Dan pada akhir acara, Penutupan Family Group diadakan
ramah tamah. Soli Deo Gloria.
Posted on 04 May 2021
Pada hari Jumat, 26 Maret 2021 bertempat di
Auditorium Sola Gratia, STT Aletheia telah mengadakan Webinar Iman Kristen dan
Agama Konghucu di Indonesia dengan pembicara Bpk. Tjiauw Thuan Alias Hali,
Ph.D., S.Th., M.Th. Beliau merupakan salah
seorang dosen S-2 STT Iman Jakarta. Webinar dimulai pada pukul 18.30 wib –
selesai melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan secara live streaming di
channel youtube STT Aletheia di sini. Webinar diselenggarakan
secara internal saja, yaitu untuk dosen dan mahasiswa STT Aletheia saja dan
bukan untuk konsumsi publik. Webinar yang dipimpin oleh Sdr. Berkat Anugrah Hia ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan
pemahaman kepada keluarga besar STT Aletheia tentang Iman Kristen dan Agama
Konghucu di Indonesia. Bpk. Hali
mengupas dengan jelas mengenai agama Konghucu, bagaimana pandangan agama
Konghucu, apa saja ajaran-ajaran agama Konghucu, istilah-istilah dalam agama
Konghucu dan sebagainya. Dan di akhir acara, webinar diadakan sesi tanya
jawab berkaitan dengan topik webinar.
Dan melalui webinar ini, diharapkan peserta yang
telah mengikuti secara antusias hingga akhir acara memperoleh pemahaman tentang
agama Konghucu yang ada di Indonesia dan bagaimana tantangan dan dampaknya bagi
pelayanan di kalangan tersebut.
Posted on 16 April 2021
Sebagai puncak dari rangkaian acara Paskah 2021, STT
Aletheia telah menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Paskah 2021 yang dipusatkan
di Auditorium Sola Gratia. Di tengah kondisi pandemi covid 19, Ibadah dan
Perayaan Paskah kali ini diadakan secara onsite dan disiarkan secara langsung
melalui channel Youtube STT Aletheia di SINI. Sebagai liturgos kali ini dipimpin
oleh Sdr. Untung (mahasiswa tingkat 3) dan pembicara oleh Pdt. Linus Baito,
M.Th. yang kali ini mengangkat tema yang diambil dari nats Alkitab Matius
28:1-10 dengan judul Makna Kebangkitan Kristus. Turut melayani adalah Paduan Suara STT Aletheia dengan Ev. Yunus Sutandio,
M.C.M. sebagai conduct.
Mengawali
renungannya, Pdt. Linus mengajukan 3 pendapat umum tentang kebangkitan
Kristus apakah hanya sekedar fiksi, fakta, atau tradisi. Melalui nats Alkitab,
kita diyakinkan bahwa kebangkitan Kristus adalah fakta sejarah dan disaksikan
oleh berbagai lapisan masyarakat bahkan oleh malaikat. Kebangkitan Kristus
memberikan kemampuan orang percaya untuk bersaksi bahkan dapat dilakukan oleh
kaum perempuan yang dalam budaya Israel saat itu termasuk golongan yang tidak
diperhitungkan. Kebangkitan Kristus juga mendorong kreatifitas orang percaya
untuk bersaksi bagi Tuhan melalui berbagai macam cara, antara lain:
- Geografis: Pola bersaksi abad pertama dari kuburan, ke Galilea, masuk Yerusalem, terus ke Yudea, menerobos Samaria, sampai ke ujung bumi
- Etnografis: Pola bersaksi abad 20 merujuk pada
kolektifitas umat manusia dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa (wahyu
7:9)
- Netnografis: Pola bersaksi abad 21 menjangkau
setiap individu yang terkoneksi dalam jaringan secara digital.
Dan pada akhir renungannya, Pdt. Linus menutup dengan nats Alkitab dari MATIUS 28:6: “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit , sama
seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.” ---sungguh---YESUS TELAH BANGKIT
(MATIUS 28:6)!!
Perayaan
Paskah 2021 diselenggarakan secara berbeda dari tahun-tahun lalu sebelum
pandemi covid 29 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Perayaan
Paskah dilambangkan dengan menempelkan bunga oleh seluruh peserta yang hadir di
sebuah kayu salib yang telah tersedia, yang mempunyai arti bahwa sebagai orang
percaya harus berkomitmen untuk menjadi saksi Tuhan, memberitakan kematian-Nya
di manapun Tuhan mengutus kita.
Kiranya melalui Ibadah dan Perayaan Paskah 2021, kita
sebagai orang percaya kembali dikuatkan untuk selalu meneladani hidup Tuhan
Yesus dan menjadi saksi-Nya di manapun kita berada. Soli Deo Gloria.
Posted on 06 April 2021