Mendeley adalah software atau program aplikasi yang dikembangkan oleh
Elsevier dalam mempermudah melakukan pengutipan/sitasi dan referensi pada suatu
dokumen atau karya ilmiah.
Program aplikasi Mendeley ini sangat menolong bagi mahasiswa
yang akan menyusun atau menulis tugas akhir seperti skripsi atau tesis. Melalui
aplikasi Mendeley, penulis karya ilmiah sangat terbantu terutama ketika melakukan
sitasi (kutipan) dari bahan karya ilmiah lainnya seperti buku, jurnal, e-book, artikel
internet, dan lain-lain.
Melalui aplikasi ini juga, penulis karya ilmiah akan sangat
tertolong selain menghindari salah ketik (typo) juga agar terjaga
konsistensi pengutipan catatan kakinya dengan gaya penulisan yang diminta atau
yang menjadi standar gaya penulisan suatu karya ilmiah. Karena dalam Mendeley,
gaya penulisan sudah cukup lengkap tersedia, misalnya gaya penulisan American
Psychological Association 7th edition, Harvard reference format, Turabian 8th
edition, dan lain-lain.
Oleh karena pentingnya program aplikasi Mendeley bagi
penulisan tesis mahasiswa, maka pada hari Senin, 27 September 2021, pkl.
13.00-16.00 wib, Program Studi Pascasarjana Magister Teologi STT Aletheia telah
mengadakan Pelatihan Software Mendeley yang diikuti oleh mahasiswa dan alumni
Prodi S-2. Sebagai pemateri adalah Bpk. Brury Eko Saputra, Th.M. yang dengan
telaten membagikan ilmu secara teori dan praktik langsung kepada peserta.
Dalam pelatihan tersebut, Bpk. Brury juga memberikan
tips-tips khusus dalam penggunaan aplikasi Mendeley mulai dari cara menginstal
di computer hingga praktik penggunaan dalam karya tulis ilmiah.
Tujuan dari pelatihan ini adalah agar mahasiswa penyusun
tesis dapat terbantu sehingga menghasilkan karya ilmiah tesis yang baik dan
sesuai dengan gaya penulisan yang diminta oleh institusi. Soli deo Gloria.
Posted on 28 September 2021
Badan Eksekutif Mahasiswa (Sie Humas) telah mengadakan Diskusi Teologi yang kali ini membahas tentang sebuah film yang pernah viral di tahun 2005 yaitu film yang berjudul The Lion, the Witch and the Wardrobe. Film tersebut merupakan perwujudan dari sebuah novel fantasi karya C. S. Lewis. Buku ini ditulis pada tahun 1950 dan mempunyai nuansa sekitar tahun 1940. Buku ini adalah yang pertama kali ditulis dari ketujuh seri "The Chronicles of Narnia". Tokoh dalam film tersebut adalah empat bersaudara—Peter, Susan, Edmund, and Lucy Pevensie, Jadis, Mr. Tumnus, dan Aslan.
Dalam diskusi teologi yang diadakan pada hari Kamis, 09 September 2021 dipandu oleh Ev. Ali Salim, S.E., Th.M. Beliau menggarisbawahi bahwa film tidak selalu berkonotasi negatif, akan tetapi juga ada yang membawa berita kebenaran seperti film Narnia ini salah satunya.
Dalam film tersebut, Aslan, menggambarkan Tuhan Yesus sebagai singa dari Yehuda. Dalam salah satu peristiwa, juga digambarkan suasana yang mirip ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, bahkan ada yang menggambarkan juga terbelahnya tabir Bait Suci menjadi 2 dari atas sampai bawah sama dengan ketika Aslan dipermalukan dan batu yang ada di situ juga terbelah menjadi 2.
Melalui bedah film ini, diharapkan bahwa peserta diskusi teologi bisa memilah dan menelaah berbagai film yang sesuai dengan kebenaran Alkitab, dan mana yang tidak sesuai. Dan melalui film “Narnia” ini, sebagai orang Kristen kita harus tahu banyak istilah yang menggambarkan Tuhan Yesus seperti Alfa dan Omega, Cornerstone, Good Shepherd, dan lain – lain. Semua untuk kemuliaan Tuhan.
Posted on 14 September 2021
Malam Doa Misi telah diselenggarakan di ruang Chapel pada hari Rabu, 08 September 2021, jam 19.00-19.30 wib. Yang bertugas sebagai pemimpin pujian adalah Sdri. Rifat Bria dan pengiring adalah Sdr. Jovan Revando H. Doa Malam Misi kali ini diselenggarakan secara hybrid dengan aplikasi Zoom Meeting yang diikuti secara luring oleh seluruh mahasiswa yang tinggal di kampus STT Aletheia Lawang dan secara daring oleh Bpk. Troy (beliau adalah anggota Sending WEC yang melayani misi penginjilan di daerah Tibet)
Acara Malam Doa Misi dimulai dengan menjalankan saat teduh yang dilanjutkan dengan menyanyi bersama, dan setelah doa pembukaan, tibalah waktunya mendengarkan presentasi dari wakil dari Sending Worldwide Evangelization for Christ (WEC), yaitu Bpk. Troy. Melalui presentasi yang beliau paparkan dengan slide gambar di aplikasi powerpoint, beliau menjelaskan secara detil dan rinci apa saja kendala dan hal-hal yang perlu didoakan agar pelayanan misi di Tibet semakin diberkati Tuhan.
Melalui acara Malam Doa Misi, diharapkan agar mahasiswa dan seluruh peserta acara dapat mempunyai gambaran yang nyata tentang pelayanan misi yang saat ini dilakukan oleh anak-anak Tuhan yang tergabung dalam Sending Worldwide Evangelization for Christ (WEC) di daerah Tibet serta tergerak untuk melakukan pelayanan misi ke daerah-daerah terpencil agar nama Tuhan disebarluaskan seperti perintah Tuhan dalam Matius 28:18-20, 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Soli Deo Gloria.
Posted on 10 September 2021