BERITA DAN ACARA

 

Pelatihan dan Bimbingan Penyusunan Proposal Tesis

Sebagai salah satu respons terhadap kesulitan dan pemahaman terutama mahasiswa Program Studi Magister Teologi yang sedang Menyusun proposal tesis, maka pada hari Kamis, 03 Maret 2022, pkl. 13.00 wib – selesai, Prodi Magister Teologi mengadakan Pelatihan dan Bimbingan Penyusunan Proposal Tesis dengan narasumber Pdt. Amos Winarto, Ph.D.

Acara tersebut dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dan berlangsung baik karena para mahasiswa banyak menyampaikan kesulitan dalam penyusunan proposal tesis baik secara teknis seperti kesulitan mencari bahan pustaka atau referensi karya tulis juga secara non teknis akibat kesibukan pelayanan gerejawi secara daring akibat dari masih adanya pandemi covid 19.

Pdt. Amos dengan senang hati dan dengan sabar membimbing kesulitan mahasiswa tersebut sekaligus memberikan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi mahasiswa selama ini.

Kiranya melalui kegiatan ini, para mahasiswa makin bersemangat menyelesaikan tugasnya di tengah kesulitan akibat pandemi covid 19 yang masih melanda Indonesia.

Posted on 04 March 2022



Diskusi Teologi Pastoral: Accepting the Unacceptable

Self-Leadership adalah salah satu keterampilan yg penting utk dimiliki oleh seorang teolog. Sebelum kita memimpin orang lain, kita harus dapat memimpin diri sendiri. Bagaimana sih cara memimpin diri sendiri?

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Aletheia menyadari pentingnya hal tersebut untuk menumbuhkembangkan potensi kepemimpinan mahasiswa dalam proses pelayanan sekarang dan masa depan. Dan pada hari Kamis, 24 Februari 2022, pkl. 19.00 wib, BEM mengadakan diskusi pastoral konseling yang diadakan secara hybird di Auditorium Sola Gratia dan ruang virtual Zoomdengan tema Accepting the Unacceptable dengan nara sumber Ibu Rinna, M.Th. (Jakarta).

Ibu Rinna merupakan praktisi konseling pastoral yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya selama pelayanan di Jakarta. Hal ini dijelaskan oleh Pdt. Dr. Agung Gunawan dalam sesi perkenalan di awal acara.

Dalam Diskusi Teologi Pastoral ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memberikan hasil analisa terhadap studi kasus yang telah dibagikan sebelum acara. Setiap tingkat diwakili oleh satu orang saja. Tingkat 1 diwakili Sdri. Demitila Kurniawan, tingkat 2 diwakili oleh Sdr. Devin Christy, tingkat 3 diwakili oleh Sdr. Albert Christian Soetopo, dan tingkat 4 diwakili oleh Sdr. Christo Davarto Antusias Siahaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemimpin jemaat dituntut untuk dapat bijaksana dalam memecahkan beberapa kasus pastoral yang biasanya terjadi dan terlatih untuk menganalisa serta menyelesaikan permasalahan dalam jemaat tersebut. Soli Deo Gloria.

Posted on 25 February 2022



AC3: Church in the Metaverse: Are You Ready?

Aletheia Counseling and Consultation Center (AC3), sebuah lembaga pelayanan Kristen non profit yang didirikan oleh Sekolah Tinggi Teologi Aletheia Lawang. Cakupan pelayanan AC3 meliputi Konseling dan Konsultasi Pastoral yang terdiri dari Pelayanan Konseling, Pelayanan konsultasi Gereja, Pelayanan Konsultasi Keuangan, Pelayanan Konsultasi Hukum, dan Pelayanan Konsultasi Pemberdayaan Jemaat yang didukung oleh para hamba Tuhan dan profesional di bidangnya. Sebagai narahubung Aletheia Counseling and Consultation Center (AC3) adalah Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. yang saat ini menjabat juga sebagai Ketua STT Aletheia Lawang.

Dalam rangka ulang tahunnya yang pertama, pada hari Senin, 21 Februari 2022, pkl. 18.30 wib - selesai, Aletheia Counseling and Consultation Center (AC3) mengadakan zoominar secara gratis dengan tema: Church in the Metaverse: Are You Ready?

Sebagai pembicara adalah Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M. (pendiri Grace Alone Ministry (GRAM) Surabaya, kata sambutan dan perkenalan oleh Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. (Ketua STT Aletheia Lawang) serta moderator oleh Pdt. Hadi Sugianto, M.Th. (Pendeta senior di GKT Hosana Bumi Permai Surabaya).

Teknologi Metaverse merupakan dunia realitas virtual yang adalah proses mirroring dari kehidupan dan permainan person di dunia yang nyata. Pemainnya nyata namun dunianya maya. Dan di zaman serba cepat dan instan ini yang didukung oleh internet, suka atau tidak suka, mau tidak mau, gereja dituntut untuk beradaptasi dengan hal ini.

Dalam bahasannya, Pdt. Yakub memperingatkan bahwa dunia metaverse/digital sangat mempengaruhi pola pikir dan juga dapat menyesatkan jemaat. Oleh karena itu, gereja wajib menemukan cara agar dunia digital juga bisa menjadi berkat bagi jemaat dan menjangkau orang-orang lain bahkan di belahan dunia yang lain. Akan tetapi, sedemikian besar pengaruh dunia digital/metaverse, tidak bisa menggantikan pertemuan secara onsite/langsung terutama bila gereja sedang mengadakan ibadah perjamuan kudus misalnya. Lagipula, pertemuan secara daring tidak dapat menggantikan arti dan makna pertemuan secara langsung yang mana jemaat membutuhkan faktor kedekatan dan rasa nyaman ketika bersosialisasi dengan jemaat dan hamba Tuhannya. Saran dari Pdt. Yakub, gereja tetap bisa menjangkau jemaat dan orang-orang secara online, tetapi juga sekali waktu mengadakan pertemuan secara langsung dalam ibadah-ibadah untuk saling bertumbuh dalam Tuhan. Karena gereja digital hanyalah ekstensi, dan bukan pengganti.

Zoominar diadakan secara online melalui aplikasi Zoom meeting dan streaming Youtube sehingga dapat menjangkau banyak peserta. Dan ini terbukti dengan hadirnya lebih dari 400 peserta di ruang zoom meeting dan lebih dari 2200 peserta melalui kanal Youtube. Peserta terlihat sangat antusias dengan tema ini terutama dengan diadakannya sesi tanya jawab di akhir acara. Bagi jemaat yang ingin melihat lagi zoominar di kanal Youtube, dapat mengaksesnya di SINI

Semoga melalui zoominar ini, kita, jemaat Tuhan diperlengkapi untuk menghadapi situasi di zaman digital yang semua serba cepat, instan, dan mengandalkan internet, terlebih lagi dengan teknologi metaverse. Soli Deo Gloria.

Posted on 24 February 2022