BERITA DAN ACARA

 

Diskusi Teologi Kontemporer: Disabilitas

Disabilitas merupakan topik yang sedang ramai diperbincangkan selain pandemi covid 19. Secara umum, disabilitas yang berarti ketidakmampuan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu dibagi dalam 4 klasifikasi utama yaitu disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas intelektual, dan disabilitas mental. Dan untuk diskusi teologi ini, akan difokuskan kepada disabilitas secara fisik.

Oleh sebab itu, pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 bertempat di Auditorium Sola Gratia, mahasiswa STT Aletheia Lawang mengikuti Diskusi Teologi Kontemporer dengan tema Disabilitas dengan pembicara Pdt. Linus Baito, M.Th. (Humas dan dosen tetap STT Aletheia). Untuk memperkaya wawasan peserta diskusi, Pdt. Linus membagi kelompok bahasan sesuai tema yang mencakup aspek sudut pandang disabilitas dari segi Biblika, Teologis, Pastoral, dan Misional.

Melalui berbagai aspek sudut pandang yang saling terkait terhadap disabilitas itulah, Pdt. Linus memberikan refleksi tindakan nyata yang wajib peserta diskusi lakukan terhadap penyandang disabilitas karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan yang mempunyai derajat yang sama di hadapan-Nya.

Kegiatan Diskusi Teologi ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama ditambah dengan beberapa mahasiswa yang saat ini sedang melayani praktik satu tahun di gereja-gereja.

Kiranya melalui diskusi teologi kontemporer: Disabilitas ini, peserta mempunyai pandangan yang baru terhadap penyandang disabilitas dalam kaitannya pelayanan di gereja atau pelayanan untuk orang awam. Soli Deo Gloria.

Posted on 25 October 2021



Pelatihan Software Mendeley

Mendeley adalah software atau program aplikasi yang dikembangkan oleh Elsevier dalam mempermudah melakukan pengutipan/sitasi dan referensi pada suatu dokumen atau karya ilmiah.

Program aplikasi Mendeley ini sangat menolong bagi mahasiswa yang akan menyusun atau menulis tugas akhir seperti skripsi atau tesis. Melalui aplikasi Mendeley, penulis karya ilmiah sangat terbantu terutama ketika melakukan sitasi (kutipan) dari bahan karya ilmiah lainnya seperti buku, jurnal, e-book, artikel internet, dan lain-lain.

Melalui aplikasi ini juga, penulis karya ilmiah akan sangat tertolong selain menghindari salah ketik (typo) juga agar terjaga konsistensi pengutipan catatan kakinya dengan gaya penulisan yang diminta atau yang menjadi standar gaya penulisan suatu karya ilmiah. Karena dalam Mendeley, gaya penulisan sudah cukup lengkap tersedia, misalnya gaya penulisan American Psychological Association 7th edition, Harvard reference format, Turabian 8th edition, dan lain-lain.

Oleh karena pentingnya program aplikasi Mendeley bagi penulisan tesis mahasiswa, maka pada hari Senin, 27 September 2021, pkl. 13.00-16.00 wib, Program Studi Pascasarjana Magister Teologi STT Aletheia telah mengadakan Pelatihan Software Mendeley yang diikuti oleh mahasiswa dan alumni Prodi S-2. Sebagai pemateri adalah Bpk. Brury Eko Saputra, Th.M. yang dengan telaten membagikan ilmu secara teori dan praktik langsung kepada peserta.

Dalam pelatihan tersebut, Bpk. Brury juga memberikan tips-tips khusus dalam penggunaan aplikasi Mendeley mulai dari cara menginstal di computer hingga praktik penggunaan dalam karya tulis ilmiah.

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar mahasiswa penyusun tesis dapat terbantu sehingga menghasilkan karya ilmiah tesis yang baik dan sesuai dengan gaya penulisan yang diminta oleh institusi. Soli deo Gloria.

Posted on 28 September 2021



Diskusi Teologi 2021

Badan Eksekutif Mahasiswa (Sie Humas) telah mengadakan Diskusi Teologi yang kali ini membahas tentang sebuah film yang pernah viral di tahun 2005 yaitu film yang berjudul The Lion, the Witch and the Wardrobe. Film tersebut merupakan perwujudan dari sebuah novel fantasi karya C. S. Lewis. Buku ini ditulis pada tahun 1950 dan mempunyai nuansa sekitar tahun 1940. Buku ini adalah yang pertama kali ditulis dari ketujuh seri "The Chronicles of Narnia". Tokoh dalam film tersebut adalah  empat bersaudara—Peter, Susan, Edmund, and Lucy Pevensie, Jadis, Mr. Tumnus,  dan Aslan.

Dalam diskusi teologi yang diadakan pada hari Kamis, 09 September 2021 dipandu oleh Ev. Ali Salim, S.E., Th.M. Beliau menggarisbawahi bahwa film tidak selalu berkonotasi negatif, akan tetapi juga ada yang membawa berita kebenaran seperti film Narnia ini salah satunya.

Dalam film tersebut, Aslan, menggambarkan Tuhan Yesus sebagai singa dari Yehuda. Dalam salah satu peristiwa, juga digambarkan suasana yang mirip ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, bahkan ada yang menggambarkan juga terbelahnya tabir Bait Suci menjadi 2 dari atas sampai bawah sama dengan ketika Aslan dipermalukan dan batu yang ada di situ juga terbelah menjadi 2.

Melalui bedah film ini, diharapkan bahwa peserta diskusi teologi bisa memilah dan menelaah berbagai film yang sesuai dengan kebenaran Alkitab, dan mana yang tidak sesuai. Dan melalui film “Narnia” ini, sebagai orang Kristen kita harus tahu banyak istilah yang menggambarkan Tuhan Yesus seperti Alfa dan Omega, Cornerstone, Good Shepherd, dan lain – lain. Semua untuk kemuliaan Tuhan.

Posted on 14 September 2021